Kamis, 18 Juni 2015

Kapasitas produksi dan kesempatan kerja

Kapasitas produksi dan kesempatan kerja

A.     Inflasi

Salah satu indikator ekonomi makro yang digunakan untuk melihat/mengukur stabilitas perekonomian suatu negara adalah inflasi. Perubahan dalam indikator ini akan berdampak terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi.
Inflasi adalah suatu gejala di mana tingkat harga umum mengalami kenaikan secara terus-menerus. Kenaikan tingkat harga umum yang terjadi sekali waktu saja tidaklah dapat dikatakan sebagai inflasi.
Menurut Keynes, inflasi terjadi karena suatu masyarakat ingin hidup diluar kemampuan ekonominya. Proses inflasi menurut pandangan ini, tidak lain adalah proses perebutan bagian rezeki diantara kelompok-kelompok sosial yang menginginkan bagian yang lebih besar daripada yang biasa disediakan oleh masyarakat tersebut. Proses perebutan ini kemudian diterjemahkan menjadi keadaan dimana permintaan masyarakat akan barang-barang selalu melebihi jumlah barang yang tersedia. Karena permintaan tersebut melebihi barang yang tersedia, maka harga-harga akan naik. Adanya kenaikan harga-harga tersebut berarti bahwa sebagian rencana dari pembelian barang-barang dari kelompok tersebut tidak terpenuhi. Pada periode selanjutnya golongan terssebut akakn berusaha memperoleh dana yang lebih besar lagi (dari percetakan uang baru atau kredit bank yang lebih besar atau dari kenaikan gaji yang lebih besar). Proses inflasi akan terus berlangsung selama jumlah permintaan efektif dari semua golongan masyarakat melebihi jumlah output yang dihasilkan oleh masyarakat.
Ada beberapa cara yang dikemukakan untuk menggolongkan jenis-jenis inflasi.
 Menurut Sukirno  ada beberapa macam inflasi yaitu:
1.       Inflasi Merayap (inflasi yang terjadi sekitar 2-3 persen per tahun)
2.       Inflasi Sederhana (inflasi yang terjadi sekitar 5-8 persen per tahun)
3.       Hiperinflasi (inflasi yang tingkatnya sangat tinggi yang menyebabkan tingkat harga menjadi dua kali lipat atau lebih dalam tempo satu tahun.
Dampak inflasi terhadap suatu perekonomian menurut Nanga sebagai berikut :
1.      Inflasi dapat menyebabkan terjadinya kesenjangan pendapatan. Hal ini akan mempengaruhi kesejahteraan ekonomi dari anggota masyarakat, sebab kesenjangan pandapatan yang terjadi akan menyebabkan pandapatan riil satu orang meningkat, tetapi pendapatan riil orang lainnya jatuh.
2.      Inflasi dapat menyebabkan penurunan dalam efisiensi ekonomi. Hal ini dapat terjadi karena inflasi mengalihkan investasi dari padat karya menjadi padat modal sehingga menambahkan tingkat pengangguran.
3.      Inflasi juga dapat menyebabkan perubahan-perubahan di dalam output dan kesempatan kerja, dengan cara memmotivasi perusahaan untuk memproduksi lebih atau kurang dari yang telah dilakukan selama ini.

B.     Kesempatan Kerja

Salah satu faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja adalah tersedianya kesempatan kerja yang luas. Berdasarkan definisi yang diperoleh dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, kesempatan kerja dapat diartikan sebagai lowongan kerja yang disediakan baik oleh pemerintah maupun swasta. Lowongan kerja itu sendiri tergantung dari permintaan tenaga kerja oleh perusahaan.
Kesempatan kerja adalah banyaknya orang yang dapat tertampung untuk bekerja pada suatu perusahaan atau suatu instansi. “Kesempatan kerja akan menampung semua tenaga kerja yang tersedia apabila lapangan pekerjaan yang tersedia mencukupi atau seimbang dengan banyaknya tenaga kerja yang tersedia”.
Adapun faktor–faktor yang mempengaruhi perluasan kesempatan kerja antara lain : perkembangan jumlah penduduk dan angkatan kerja, pertumbuhan ekonomi dan kebijaksanaan mengenai perluasan kesempatan kerja itu sendiri. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting disamping sumber alam, modal dan teknologi. Tenaga kerja mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan, yaitu sebagai pelaku pembangunan. Masalah ketenagakerjaan merupakan masalah yang begitu nyata dan dekat dengan lingkungan kita. Bahkan, masalah ketenagakerjaan dapat menimbulkan masalah-masalah baru di bidang ekonomi maupun nonekonomi. Tingkat pengangguran yang tinggi menyebabkan rendahnya pendapatan yang selanjutnya memicu munculnya kemiskinan. Tenaga kerja juga merupakan salah satu faktor terpenting dalam proses produksi, maka dapat dikatakan kesempatan kerja akan meningkat bila output meningkat. Sehingga perlu dirumuskan kebijakan yang memberi dorongan kepada perluasan kesempatan kerja agar alat–alat kebijakan ekonomi dapat mengurangi penganggunran. Kebijakan pembangunan daerah yang pada dasarnya mempunyai fungsi dalam perluasan kesempatan kerja apabila dilihat dari pembangunan daerah dan hubungan antara daerah. Pada hakekatnya tiap–tiap proyek pembangunan dilakukan dalam suatu daerah dan implementasinya harus menjadi komponen pembangunan.
Lewis mengemukakan teorinya mengenai ketenagakerjaan, yaitu; kelebihan pekerja merupakan kesempatan dan bukan masalah. Kelebihan pekerja satu sektor akan memberikan andil terhadap pertumbuhan output dan penyediaan pekerja di sektor lain. Selanjutnya Lewis mengemukakan bahwa ada dua sektor di dalam perekonomian negara sedang berkembang, yaitu sektor modern dan sektor tradisional. Sektor tradisional tidak hanya berupa sektor pertanian di pedesaan, melainkan juga termasuk sektor informal di perkotaan (pedagang kaki lima, pengecer, pedagang angkringan). Sektor informal mampu menyerap kelebihan tenaga kerja yang ada selama berlangsungnya proses industrialisasi, sehingga disebut katub pengaman ketenagakerjaan. Dengan terserapnya kelebihan tenaga kerja disektor industri (sektor modern) oleh sector informal, maka pada suatu saat tingkat upah di pedesaan akan meningkat. Peningkatan upah ini akan mengurangi perbedaan tingkat pendapatan antara pedesaan dan perkotaan, sehingga kelebihan penawaran pekerja tidak menimbulkan masalah pada pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya kelebihan pekerja justru merupakan modal untuk mengakumulasi pendapatan, dengan asumsi perpindahan tenaga kerja dari sektor tradisional ke sektor modern berjalan lancar dan perpindahan tersebut tidak pernah menjadi terlalu banyak.
Studi lembaga penelitian SMERU  mengemukakan setelah adanya otonomi daerah, pemerintah kota cenderung populis, kecenderungan kenaikan upah minimum yang pesat berdampak terhadap hilangnya kesempatan kerja dan sekaligus pendapatan pekerja rawan seperti pekerja usia muda, pekerja tidak tetap, dan pekerja perempuan. Mengisinya ketersediaan kesempatan kerja yang tersedia diperlukannya Sumber daya manusia yang berkualitas dan masyarakat madani.
Sumber Daya Manusia mengandung dua pengertian:pertama, bahwa sumber daya manusia adalah kualitas atau karakteristik yang perlu dimiliki oleh seseorang untuk menghasilkan barang dan jasa; kedua, bahwa sumber daya manusia menyangkut kelompok masyarakat yang mampu bekerja dan memberi kontribusi terhadap perekonomian secara keseluruhan. Dengan demikian pengertian sumber daya manusia mencakup aspek kuantitas dan kualitas atau karakteristik manusia itu sendiri untuk melaksanakan proses itu sendiri.

C.        Kapasitas Produksi
Yang dimaksud dengan kapasitas produksi di sini adalah kapasitas produksi jangka panjang, yaitu kemampuan fasilitas-fasilitas operasi untuk barang dan jasa. Kapasitas produksi berhubungan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menentukan jumlah produk yang dapat dihasilkan. Apabila kapasitas produksi tinggi, maka biaya tetap yang dikeluarkan juga besar, apabila pemanfaatannya sedikit, maka biaya produksi akan mahal, sehingga untuk menentukan kapasitas produksi harus dilakukan perencanaan dan penelitian terlebih dahulu.

Pengukuran kapasitas dapat dilaksanakan berdasar output atau berdasar input tergantung macam lembaga atau kegiatannya. Misal pabrik garmen, mengukur kapasitas berdasarkan output dan lembaga pendidikan mengukur kapasitas berdasarkan input yang ditunjukkan oleh daya tampung.

Dasar untuk menentukan rencana kapasitas pabrik adalah skala ekonorni (economic scale), yaitu fasilitas yang dipilih adalah yang memiliki biaya per unit paling rendah, dan focus facility, yaitu fasilitas yang tersedia diusahakan agar dapat menghasilkan beberapa macam produk. Misalnya satu pabrik memproduksi komponen produk yang hampir sama.

Strategi perencanaan kapasitas pada dasarnya terdiri dari dua macam, yaitu strategi ekspansi, dan strategi wait and see :
Strategi ekspansi
Pada strategi ekspansi, pengusaha menambah kapasitas pabriknya setelah diketahui bahwa ada prospek permintaan yang cukup banyak. Strategi ini dilakukan oleh pengusaha yang optimis terhadap kenaikan permintaan.
Strategi wait and see
Strategi wait and see, diterapkan pada pengusaha yang konserfatif, atau cenderung berhati-hati.  Pengusaha baru menambah kapasitas pabriknya jika permintaan benar-benar sudah meningkat. Jika kenaikannya belum cukup banyak biasanya diatasi dengan kerja lembur atau sub kontrak dengan perusahaan lain.

Untuk merencanakan kapasitas produksi, perusahaan dapat menggunakan berbagai metode.  Metode yang dipakai dalam perencanaan kapasitas produksi optimum adalah metode Break Even Point, metode Linear Programming, metode grafik, dan metode Simpleks.

D.        Pengangguran

Menurut Sukirno pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Nanga  mendefinisikan pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif tidak sedang mencari pekerjaanSelanjutnya terdapat beberapa jenis-jenis pengangguran.
Tingkat pendidikan yang dimiliki tenaga kerja akan mempengaruhi keputusan  kapan mereka bekerja dengan membandingkan besarnya timbal balik yang didapat atau upah dengan tingkat pendidikan yang telah mereka tempuh.  Rendahnya produktivitas tenaga kerja di Indonesia ini, telah berdampak terhadap kinerja serta kepercayaan para investor untuk menggunakan jasa tenaga 86 kerja Indonesia. Oleh karena itu, produktivitas tenaga kerja sangat menentukan kondisi permintaan tenaga kerja itu sendiri. Sehingga produktivitas yang rendah akan membuat perusahaan memutuskan hubungan kerja dengan para tenaga kerja. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini tentunya akan meningkatkan jumlah pengangguran.



Angka-Angka Pengganda Pada Pendapatan Nasional

Angka-Angka Pengganda Pada Pendapatan Nasional

Multiplier atau angka pengganda membarikan gambaran tentang intensitas hubungan kasual antara sebuah variable tertentu dengan pendapatan nasional. Apabila angka pengganda tersebut menunjukkan angka yang tinggi, maka ini berarti bahwa perusahaan yang terjadi pada variable tersebut akan besar pengaruhnya terhadap tingkat pendapatan nasional, begitu pula sebaliknya.

Dalam perkonomian tertutup deengan adanya tindakan fiscal, kita mengenal 5 macam angka pangganda plus 1 angka pengganda konsumsi, apabila kita menginginkannya. Ke-6 angkapengganda tersebut adalah:

1.      Angka Pengganda Investasi
Apabila investasi dibawah dari sebesar I pertahun menjadi sebesar ( I + ∆I ) pertahun, akan mengakibatkan pendapatan nasional equilibrium berubah dari semula Y pertahun menjadi sebesar ( Y + ∆Y ) pertahun maka :

Sebelum adanya perubahan investasi :
Y = Co + bTr – bTx + I +G
                    1 – b
Sesudah adanya perubahan investasi :
Y + ∆Y = Co + bTr – bTx + (I + ∆I) + G
       1 – b
Y + ∆Y = co + bTr – bTx + I + G    +   ∆I
                        1 – b                        1 – b
Y + ∆Y = Y +   ∆I
                    1 – b
∆Y = ∆I
        1 – b
∆Y =   1
∆I    1 – b
kI = ∆Y =   1
       ∆I    1 – b



2.    Angka Pengganda Konsumsi
Angka pengganda konsumsi yang dapat kita persoalkan disini yaitu multiplier daripada nilai ‘Co’ sajalah yang dapat kita jumpai hubungannya yang tetap dengan perubahan tingkat pendapatan nasional equilibrium yang diakibatkan oleh adanya perubahan nilai ‘Co’ tersebut, sedangkan hubungan antara perubahan nilai ‘b’ dengan perubanahan pendapatan nasional yang diakibatkan sifatnya tidak pasti, sebab sangat tergantung krpada besarnya jumlah pengeluaran konsumsi pada tingkat pendapatan sebesar nol (Co), besarnya invesatasi, besarnya konsumsi pemerintah, besarnya transfer pemerintah dan besarnya pajak.

Angka pengganda konsumsi :
Kc = ∆Y =  1
       ∆Co    1-b

3.   Angka Pengganda Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
Oleh karena ‘government expenditure’ biasa juga disebuut ‘goverment purchase’ maka angka pengganda pengeluaran biasa juga disebut ‘goverment purchase mulitiplier’.

Angka pengganda pengeluaran konsumsi pemerintah:
KG = ∆Y / ∆G = 1 / 1 – b

Angka pengganda transfer pemerintah:
kTr = ∆Y/ ∆Tr = b / 1-b

4.  Angka Pengganda Pajak
Angka pengganda pajak mempunyai tanda negative dengan negatifnya angka pengganda pajak berarti bertambahnya jumlah pajak yang dipungut oleh pemerintah akan mengakibatkan menurunnya tingkat pendapatan nasional equilibrium begitu pula sebaliknya.

Negatifnya angka pengganda pajak dapat kita uraikan sebagai berikut:
Tx naik -> Yd turun ( pada tingkat pendapatan nasional yg sama) -> C turun -> Y turun
Sebaliknya
Tx turun -> Yd naik (pada tingkat pendapatan nasional yang sama) -> C naik -> Y naik diikuti oleh pengeluaran konsumsi, demikian seterusnya saampai dicapai pendapatan nasional equilibrium yang baru.

Angka Pengganda Pajak
kTx = ∆Y / ∆Tx = -b/1-b

5.   Angka Pengganda Anggaran Belanja yang Seimbang
Dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, dalam memperbesar pengeluaran onsumsi pemerintah, pemerintah mungkin perlu menggunakan cara membelanjai tambahan ‘goverment expenditure’ tersebut dengan memperbesar hasil pungutan pajak.

Angka pengganda anggaran belanja yang seimbang besarnya lebih dari nol, ini mempunyai arti bahwa bertambahnya pengeluaran konsumsi pemerintah yang dibarengi bertambahnya pajak dengan jumlah yang sama akan mengakibatkan, meningkatnya tingkat pendapatan nasional, begitu pula sebaliknya.

Angka pengganda anggaran belanja yang seimbang (balanced budget multiplier);
Sebelum adanya perubahan pengeluaran pemerintah dan perubahan pajak:

Y = Co + bTr – bTx + I + G
                1 –b

Sesudah adanya perubahan pengeluaran konsumsi pemerintah disertai perubahan pajak:
Y + ∆Y = Co + bTr – b(Tx + ∆Tx) + I + (G+∆G)
                        1-b
Oleh karena ∆Tx = ∆G, maka :
Y + ∆Y = Co + bTr – b(Tx + ∆Tx) + I + (G+∆G)
                        1-b
Y + ∆Y = Co + bTr – bTx + b ∆G + I + G +∆G
                        1-b
Y + ∆Y = Co + bTr – bTx + I + G    +  -b ∆G + ∆G
                            1-b                           1-b
Y + ∆Y = Y +   -b ∆G + ∆G
                        1-b
∆Y = -b ∆G + ∆G          =  ( 1 – b ) ∆G
            1-b                           1-b
∆Y/∆G   = 1-b    = 1
                 1-b
kB =   ∆Y      = 1
        ∆G = ∆Tx
Atau
kB = KG + KTx =  1   +  -b
                          1-b     1-b
                        = 1-b   = 1
                           1-b
Ini berarti :
KB = 1

Kebijakan Fiskal

Betapa penting pengetahuan tentang angka-angka pengganda bagi pemerintah dalam menentukan kebijakn fiscal.

Dengan cara memperbesar atau memperkecil jumlah pengeluaran konsumsi pemerintah, jumlah transfer pemerintah, jumlah pajak atau kombinasi dari ketiganya, pemerintah dapat mempengaruhi tingkat kesempatan kerja (tingkat employment) dan tingkat pendapatan nasional. Tingkat pendapatan nasional yang biasa dianggap sebagai tingkat pendapatan nasional yang ideal bagi suatu perwekonomian adalah tingkat pendapatan pada tingkat full employment. Apabila dalam perekonomian terjadi ‘deflasionary gap’ pemerintah pada umumnya mengusahakan meningkatkan pendapatan nasional.

Apabila dalam perekonomian terjadi ‘inflationary gap’ pemerinta pada umumnya mengushakan menurunkan pendapatan nasional.

Hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inflasi dan pengangguran
1. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

2. Inflasi
Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Dari pengertian tersebut maka apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini. Oleh karena itu, tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah eko-nomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekono-miannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Namun demikian ada negara yang meng-hadapai tingkat inflasi yang lebih serius atau sangat tinggi, misalnya Indonesia pada tahun 1966 dengan tingkat inflasi 650 persen. Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiper inflasi (hyper inflation).

3. Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

perbedaan antara inflasi dan pengangguran

jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran, dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.

Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. Ini diukur dengan mengambil rata-rata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian) dan menganalisis tren harga keseluruhan. Hal ini sering disebut Indeks Harga Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP). Hal ini menunjukkan berapa banyak, sebagai persentase, tingkat harga umum dari semua barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun.

Kedua telah dianalisis bersama-sama dengan kurva Phillips yang menunjukkan tingkat inflasi diplot terhadap tingkat pengangguran.


Senin, 15 Juni 2015

Hal-hal yang Dinilai dalam Tes Wawancara Kerja

Hal-hal yang Dinilai dalam Tes Wawancara Kerja

Tes Wawancara menjadi salah satu metode yang digunakan oleh pihak perusahaan dalam menentukan siapa yang layak menjadi karyawan atau mana calon pelamar yang tepat untuk menempati posisi lowongan yang ditawarkan. Banyak pelamar yang merasa kelabakan menghadapi fase ini, karena tidak mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Oleh karena, dalam menghadapi tahapan wawancara tersebut, para pelamar hendaknya mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Ada enam point penting yang biasanya menjadi bahan pertimbangan bagi tim perekrut tenaga kerja dari jawaban-jawaban para pelamar, antara lain:

1. Wawasan terhadap bidang pekerjaan yang diincar
Hal terpenting dalam penilaian tes wawancara kerja adalah sejauh mana jawaban dari pelamar terhadap bidang pekerjaan (jabatan) yang ia incar. Jawaban yang memuaskan membuktikan bahwa orang tersebut lebih kompeten dalam menduduki posisi yang dimaksud. Oleh karena itu, anda sebagai pelamar hendaknya melamar pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan atau sesuai dengan skill yang anda miliki.

2. Motivasi dalam bekerja
Hal kedua yang dipertimbangkan oleh tim rekrutmen adalah motivasi kerja dari para pelamar. Apa yang membuat anda tertarik bergabung dalam perusahaan tersebut? Uraikanlah jawaban yang bukan hanya sekedar teoritis, tapi dapat memberikan nilai lebih yang bisa bermanfaat dalam pengembangan perusahaan.

3. Jawaban seputar gaji (salary)
Tidak ada yang pasti berapa ukuran gaji untuk sebuah posisi jabatan tertentu. Selain itu, biasanya pelamar juga diminta untuk menguraikan skema penggajian yang diinginkan ketika telah bekerja dalam perusahaan tersebut. Meminta gaji yang tinggi akan membuat tim rekrutmen berpikir dua kali untuk menerima anda, sedangkan jika terlalu rendah akan membuat anda dipandang tidak memiliki kepercayaan diri dalam mengemban tugas yang ditawarkan. Jadi lakukan perbandingan tentang gaji-gaji di berbagai perusahaan.

4. Sikap dan penampilan
Inilah point subjektifitas yang pengaruhnya cukup besar. Dari sikap inilah, tim perekrut tenaga kerja dapat membuat keputusan yang berbalik arah. Meskipun seorang pelamar mempunyai pengalaman kerja yang luas, skill yang mumpuni, dan lulusan dari pendidikan tinggi, namun jika tidak dapat bersikap dan berpenampilan dengan tepat, maka bisa saja pihak perusahaan melempar surat lamarannya ke tong sampah. So, jagalah sikap saat tes wawancara kerja!

5. Pengetahuan mengenai perusahaan
Dalam wawancara kerja, tim perekrut tenaga kerja juga terkadang menanyakan sejauh mana anda mengenal perusahaan mereka dan juga perusahaan-perusahaan lain yang sejenis. Jangan lupa untuk mempelajari sedetail mungkin ragam informasi tentang perusahaan yang anda tuju, termasuk perusahaan-perusahaan yang menjadi kompetitornya.

6. Rencana di masa depan

Hal terakhir yang sering dipertanyakan kepada calon karyawan adalah rencana-rencana yang akan dilakukan oleh pelamar di masa mendatang, baik jika diterima ataupun bila ditolak. Pikirkan jawaban yang dapat menggambarkan rasa optimisme dan kedewasaan anda.

Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup

Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup              

Daftar riwayat hidup adalah sarana untuk mempromosikan diri sendiri yang--kalau dibuat dengan benar--menunjukkan keahlian, pengalaman, dan prestasi Anda yang cocok dengan persyaratan pekerjaan yang Anda dambakan. Panduan ini menjabarkan cara membuat dan menata isi daftar riwayat hidup agar keahlian Anda menonjol dan menarik perhatian perekrut tenaga kerja.

Metode 1 dari 5: Format Daftar Riwayat Hidup

1. Atur teks
Yang perekrut lihat pertama kali dari daftar riwayat hidup Anda adalah bagian teks. Karena itulah, Anda perlu menciptakan kesan pertama yang benar. Pilih font bergaya profesional dengan ukuran 11 atau 12. Times New Roman adalah font berjenis serif yang klasik. Sementara Arial atau Calibri tergolong pilihan bagus untuk font berjenis sans-serif.
Anda boleh menggunakan beberapa font dalam daftar riwayat hidup, tapi batasilah hingga dua ragam. Daripada mengubah font, cobalah membuat teks pada bagian-bagian tertentu berhuruf tebal atau miring.
Font untuk bagian kop dan bagian perkenalan sebaiknya berukuran 14 atau 16. Tapi, untuk bagian-bagian lain, jangan gunakan font yang terlalu besar.
Teks sebaiknya tercetak dalam tinta hitam solid. Jangan lupa nonaktifkan tautan (misalnya alamat email Anda) agar tidak tercetak dalam warna biru atau warna kontras lainnya.

2. Atur halaman.
Garis tepi halaman, baik atas, bawah, kanan, maupun kiri, sebaiknya 2,5 cm. Jarak antarbaris 1,5 atau 2 spasi. Konten daftar riwayat hidup sebaiknya rata kiri, dan bagian kop berada di bagian tengah atas halaman.

3. Buat kop
Terletak di ujung atas daftar riwayat hidup, bagian ini menyajikan semua informasi kontak Anda, termasuk nama lengkap, alamat domisili, alamat email, dan nomor telepon. Nama Anda sebaiknya berukuran sedikit lebih besar; gunakan font 14 atau 16. Kalau ada, cantumkan nomor telepon rumah maupun nomor ponsel.

4. Pilih tata letak
Ada 3 format yang biasa dipakai untuk daftar riwayat hidup: kronologis, fungsional, atau kombinasi. Riwayat kerja Anda dan jenis pekerjaan yang Anda lamar akan menentukan tata letak yang sebaiknya Anda pilih.
·         Format kronologis digunakan untuk menunjukkan pertumbuhan stabil karier di bidang tertentu. Format ini paling cocok bagi orang yang melamar pekerjaan yang sesuai dengan jalur kariernya. Tata letak daftar riwayat hidup menunjukkan peningkatan tanggung jawab seiring waktu.
·         Format fungsional lebih terfokus ke keahlian dan pengalaman dibandingkan riwayat kerja. Format ini paling cocok bagi orang yang mengalami "lubang" atau jeda dalam riwayat kerjanya. Juga cocok bagi orang yang berpengalaman wiraswasta.
·         Format kombinasi, seperti namanya, mengombinasikan format kronologis dan format fungsional. Format ini menonjolkan keahlian dan bagaimana keahlian itu diperoleh. Kalau Anda, misalnya, telah mengembangkan keahlian tertentu berkat pengalaman kerja Anda di beragam bidang terkait, inilah daftar riwayat hidup terbaik bagi Anda.

Metode 2 dari 5: Menulis Daftar Riwayat Hidup Kronologis

1. Cantumkan riwayat kerja
Karena daftar riwayat hidup ini berformat kronologis, pekerjaan Anda harus diurutkan sesuai waktu, dimulai dengan pekerjaan terakhir. Cantumkan nama perusahaan, lokasi perusahaan, jabatan Anda, tugas-tugas dan tanggung jawab Anda ketika bekerja di sana, serta tanggal (awal dan akhir) Anda bekerja.
Coba tuliskan jabatan Anda terlebih dulu untuk menonjolkan posisi Anda di tiap pekerjaan. Boleh juga Anda tuliskan nama perusahaan terlebih dulu. Yang penting, apa pun yang Anda pilih, daftar itu harus konsisten.
Untuk tiap pekerjaan, cantumkan "pencapaian" atau "prestasi". Berikan deskripsi singkat, apa saja pencapaian penting Anda selama bekerja.

2. Cantumkan riwayat pendidikan
Sama seperti riwayat kerja, pendidikan Anda harus diurutkan sesuai waktu, dimulai dengan tingkat pendidikan terakhir. Sebutkan studi di universitas, pertukaran pelajar, atau pengalaman magang yang pernah Anda ikuti. Kalau Anda lulus dengan sebuah titel, cantumkan jurusan sekaligus tanggal Anda meraih titel itu. Kalau belum lulus, cukup sebutkan tahun-tahun Anda kuliah dan tanggal kelulusan yang bisa Anda perkirakan.
Untuk tiap entri, cantumkan nama perguruan tinggi atau lembaga kursus, alamatnya, serta titel atau bidang studi yang Anda ambil.
Kalau IPK Anda 3,5 atau lebih, cantumkan juga angka itu bersama informasi jurusan/titel Anda.

3. Cantumkan keahlian atau kualifikasi khusus
Begitu semua informasi terpenting--riwayat kerja dan riwayat pendidikan--telah terdata, Anda boleh tambahkan informasi lain yang Anda anggap penting. Misalnya, bagian berjudul "Keahlian Khusus" atau "Kualifikasi Unik".
Kalau Anda menguasai beberapa bahasa, informasi itu bisa Anda jabarkan di bagian ini. Jangan lupa menyebutkan tingkat pengetahuan Anda. Misalnya, pemula, menengah, lanjutan, fasih, dan lain-lain.
Kalau Anda menguasai keahlian tertentu di pekerjaan yang Anda lamar itu, yang tidak dikuasai aplikan lainnya, misalnya pemrograman komputer, sebutkan juga seberapa piawainya Anda.

4. Sediakan referensi
Anda perlu mencantumkan 2-4 referensi profesional (orang-orang yang bukan keluarga atau teman) beserta nama mereka, hubungan mereka dengan Anda, serta informasi kontak mereka, termasuk nomor telepon, alamat domisili, dan alamat email.
Referensi terbaik adalah manajer atau atasan Anda di tempat kerja yang lama, atau dosen yang pernah memberi Anda nilai bagus.
Perekrut mungkin akan menghubungi orang-orang ini, jadi hubungilah mereka terlebih dulu. Mereka perlu tahu bahwa Anda menyebutkan mereka sebagai referensi, dan bahwa saat ini Anda sedang melamar pekerjaan.

Metode 3 dari 5: Menulis Daftar Riwayat Hidup Fungsional

1. Cantumkan riwayat pendidikan
Sama seperti riwayat kerja, pendidikan Anda harus diurutkan sesuai waktu, dimulai dengan tingkat pendidikan terakhir. Sebutkan studi di universitas, pertukaran pelajar, atau pengalaman magang yang pernah Anda ikuti. Kalau Anda lulus dengan sebuah titel, cantumkan jurusan sekaligus tanggal Anda meraih titel itu. Kalau belum lulus, cukup sebutkan tahun-tahun Anda kuliah dan tanggal kelulusan yang bisa Anda perkirakan.
Untuk tiap entri, cantumkan nama perguruan tinggi atau lembaga kursus, alamatnya, serta titel atau bidang studi yang Anda ambil.
Kalau IPK Anda 3,5 atau lebih, cantumkan juga angka itu bersama informasi jurusan/titel Anda.

2. Cantumkan penghargaan dan prestasi
Sebutkan penghargaan atau pengakuan khusus yang pernah Anda peroleh pada bagian ini, lengkapi dengan nama, tanggal, dan tujuan penghargaan. Misalnya gelar mahasiswa berprestasi, mungkin karena IPK yang tinggi saat Anda kuliah. Buatlah diri Anda terdengar sukses dan pekerja keras dengan menambahkan sebanyak mungkin penghargaan.
Kalau selama bekerja Anda pernah memperoleh penghargaan khusus, catat informasi itu di sini.
Boleh juga penghargaan dari bakti sosial Anda cantumkan di bagian ini. Tonjolkan kehebatan Anda yang diakui oleh orang lain, apa pun bentuknya.

3. Cantumkan keahlian khusus
Bagian "penghargaan dan prestasi" harus sangat spesifik, tapi bagian keahlian Anda sebaiknya lebih umum. Buat daftar singkat sifat dan kepribadian Anda yang positif, yang membuat Anda jadi panutan orang lain. Misalnya taat waktu, ramah, antusias, tekun, dan mampu bekerja dalam tim.

4. Cantumkan riwayat kerja
Karena bukan yang terkuat dari daftar riwayat hidup, bagian ini sebaiknya Anda tempatkan paling akhir. Perekrut bisa membaca prestasi Anda yang memukau terlebih dulu.
Buat sub-judul untuk jenis pengalaman yang Anda peroleh dari tiap pekerjaan, seperti "Pengalaman Manajemen", "Pengalaman Hukum", "Pengalaman Keuangan".
Untuk tiap pekerjaan, sebutkan nama perusahaan, kota lokasi perusahaan, jabatan Anda, tugas dan tanggung jawab Anda, serta tanggal Anda bekerja di sana.
Walau opsional, Anda bisa mencantumkan judul berhuruf tebal di bawah tiap deskripsi pekerjaan, misalnya "Prestasi Luar Biasa" atau "Pencapaian", kemudian jabarkan dua atau tiga prestasi yang pernah Anda raih di posisi tersebut.


5. Cantumkan pengalaman bakti social
Kalau Anda telah mengikuti banyak bakti sosial, buat daftarnya di sini. Sebutkan nama bakti sosial, tanggal Anda bekerja di sana, atau total jam yang Anda luangkan, serta tanggung jawab Anda.

6. Berikan referensi
Informasi terakhir yang harus ada di daftar riwayat hidup Anda adalah 2-4 referensi profesional. Mereka adalah orang-orang yang tidak berhubungan dekat, namun pernah bekerja sama secara profesional dengan Anda. Bisa berupa mantan atasan, dosen, atau koordinator bakti sosial.
Sebutkan nama referensi, hubungannya dengan Anda, serta kontaknya seperti alamat surat-menyurat, alamat email, dan nomor telepon.
Perekrut mungkin akan menghubungi orang-orang ini. Pastikan Anda telah menghubungi mereka sebelumnya. Mereka perlu tahu bahwa Anda mencantumkan mereka sebagai referensi, dan bahwa saat ini Anda sedang melamar pekerjaan.

Metode 4 dari 5: Menulis Daftar Riwayat Hidup Kombinasi

1. Pilih tata letak yang Anda inginkan
Di format kombinasi tidak ada panduan atau batasan yang perlu Anda patuhi. Bentuknya bagi tiap orang bisa berbeda-beda; fokuskan saja daftar riwayat hidup Anda ke semua keunggulan yang Anda miliki. Selain riwayat kerja dan riwayat pendidikan, boleh juga Anda cantumkan keahlian, penghargaan dan prestasi, riwayat bakti sosial, serta kualifikasi khusus.

2. Cantumkan riwayat kerja
Ada dua cara untuk melakukannya. Pertama, kalau pengalaman kerja Anda begitu bervariasi (di beberapa bidang yang berbeda), sajikan informasi itu dengan sub-judul fungsional. Kelompokkan pengalaman kerja berdasarkan keahlian yang Anda gunakan. Kedua, kalau pengalaman kerja Anda bisa menonjolkan keahlian tertentu yang layak dipromosikan, sajikan informasi itu secara kronologis tanpa sub-judul.
Sebutkan informasi umum untuk tiap posisi, antara lain nama perusahaan, lokasi perusahaan, jabatan Anda, tanggung jawab Anda, dan tanggal Anda bekerja di sana.

3. Cantumkan riwayat pendidikan
Detail pendidikan yang perlu Anda sebutkan mestinya sama dengan format-format lainnya. Bedanya adalah posisi informasi itu dalam daftar riwayat hidup. Untuk tiap kampus, universitas, atau sekolah pertukaran yang pernah Anda ikuti, sebutkan nama dan lokasi institusi, titel atau sertifikat yang Anda terima, dan tahun-tahun Anda kuliah.
Kalau IPK Anda 3,5 atau lebih, cantumkan saja.

4. Sediakan informasi terkait lainnya
Setelah menjabarkan riwayat kerja dan riwayat pendidikan, Anda boleh menambahkan informasi lain yang menurut Anda penting untuk diketahui perusahaan. Cantumkan bagian-bagian tambahan, seperti kualifikasi khusus, keahlian, penghargaan dan prestasi, atau bakti sosial yang pernah Anda lakukan.

5. Cantumkan referensi
Tulis 2-4 referensi profesional (bukan keluarga atau teman). Sebutkan nama mereka, hubungan Anda dengan mereka, serta informasi kontak mereka seperti alamat email, alamat domisili, dan nomor telepon.

Metode 5 dari 5: Membuat Daftar Riwayat Hidup yang Menarik

1. Bubuhkan judul-judul yang mencuri perhatian perekrut
Perhatikan jabatan-jabatan Anda. Sudah cukup menarik dan deskriptif? Daripada mengaku seorang kasir, katakan saja Anda pernah menggeluti layanan pelanggan profesional. Atau, dibandingkan sekretaris, jabatan asisten administratif boleh jadi lebih memikat. Tapi, jangan gunakan jabatan yang bisa menimbulkan salah sangka. Cukup pikirkan jabatan yang bisa mendeskripsikan pekerjaan Anda, namun menarik bagi perekrut.
Misalnya, "Manajer" tidak mendeskripsikan siapa atau apa yang dikelola. "Manajer Staf Sales" atau "Manajer Eksekutif" tentunya lebih deskriptif dan cukup menarik untuk dicantumkan di daftar riwayat hidup.
Lakukan riset kecil-kecilan dengan mengunjungi biro tenaga kerja yang ada di kota Anda. Mereka pastilah punya buku atau referensi berisi daftar jabatan, yang akan membantu Anda menemukan jabatan yang lebih deskriptif dan menarik.

2. Gunakan kata kunci secara strategis
Banyak perusahaan kini bisa dengan mudah memeriksa daftar riwayat hidup para pencari kerja. Mereka menggunakan program komputer--yang mengenali kata kunci tertentu--untuk menyaring para pelamar. Itulah sebabnya begitu banyak lamaran yang mereka sisihkan, dan hanya segelintir daftar riwayat hidup yang perekrut baca. Pastikan daftar riwayat hidup Anda mengandung kata kunci yang tepat untuk industri maupun posisi yang Anda lamar.
Perhatikan kata-kata yang perekrut gunakan di lowongan kerja. Kalau riset adalah keahlian yang dibutuhkan, sisipkan kata "riset" atau "periset" di--minimal--satu deskripsi pekerjaan atau keahlian yang Anda cantumkan dalam daftar riwayat hidup Anda.
Jangan gunakan semua kata kunci yang disebutkan di lowongan kerja. Daftar riwayat hidup Anda bisa tampak mencurigakan.

3. Gunakan kata kerja aktif untuk mendeskripsikan tanggung jawab dan prestasi
Trik ini menonjolkan keahlian dan kemampuan Anda dalam mengerjakan pekerjaan yang Anda lamar. Awali deskripsi tanggung jawab dan tugas-tugas Anda dengan kata kerja yang sesuai. Misalnya, untuk posisi penerima tamu, pilih kata kerja "menjadwalkan", "membantu", dan "menyediakan". Kemudian jabarkan bahwa Anda berpengalaman "menjadwalkan pertemuan", "membantu klien", dan "menyediakan dukungan administratif".

4. Cek ejaan dan baca ulang daftar riwayat hidup
Jangan sepelekan langkah ini! Cek ulang daftar riwayat hidup Anda beberapa kali. Mintalah orang lain untuk membacanya. Kemudian, mintalah orang lain yang cukup jauh hubungannya dengan Anda untuk membacanya. Kalau ada kesalahan ejaan dan tata bahasa dalam daftar riwayat hidup, bisa-bisa lamaran Anda ditolak, sebagus apa pun keahlian dan pengalaman Anda.
Awasi kesalahan ejaan maupun tata bahasa, informasi kontak yang keliru, kesalahan ketik, dan penggunaan tanda baca yang tidak pas.
Cek ulang daftar riwayat hidup untuk memastikan formatnya benar, dan tidak ada informasi penting yang terlupakan.

Contoh Daftar riwayat hidup

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI
Nama                                : Riki Maulana
Tempat, Tanggal Lahir    : Jakarta, 23 September 1991
Alamat                              : Jl. Nuri 2 blok 21 No.12A
Alamat Email                   : rikimaulana2391@gmail.com
Telepon                            : 08999300771
Jenis Kelamin                  : Laki-Laki
Agama                              : Islam
Status                               : Belum menikah
Tinggi / Berat badan        : 170 cm / 72 kg
Kesehatan                        : Baik Sekali
Kewarganegaraan            : Indonesia

DATA PENDIDIKAN
SD : SD Negeri Harapan Baru III Bekasi, 1997 – 2003
SLTP : SLTP Negeri 21 Bekasi, 2003 – 2006
SMA : SMK TARUNA BANGSA , 2006 – 2009

PENGALAMAN KERJA
2010 – 2011 : Operator di PT. SUZUKI CAKUNG

KEMAMPUAN
Presentasi dan Komunikasi
Aplikasi dan Program Komputer (Microsoft Office)
Aplikasi Website, dan Blog

HOBBY
Internet (Browsing, Blogging and Web developing)
Mendengarkan Musik (musik klasik, pop dan Rock)
Olahraga (Volly dan Badminton)

Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.


Bekasi, 15 Juni 2015


Riki Maulana